Google Glass
Latar belakang Penelitian :
Sejumlah perusahaan besar memproduksi produk di China, termasuk Apple. Namun Google mengumumkan Google Glass tidak akan diproduksi di Negeri Tirai Bambu tersebut.Mengapa?
Kacamata berbasis teknologi augmented reality ini bisa menampilkan berbagai informasi seperti menunjukkan di mana lokasi pengguna dan keadaan cuaca. Pengguna juga bisa mengetahui lokasi pengguna lain dengan sistem Google Latitude.
Meski belum dapat dipastikan, kacamata pintar yang kerap disebut Google Glass tersebut tampaknya memakai sistem operasi berbasis Android akibat penggunaan ikon dan penampilan menu yang tampak familiar dengan OS robot hijau tersebut.
Dibanderol seharga USD 1.500 atau sekitar Rp 14 juta, kacamata ini terutama diperuntukkan bagi para programmer komputer.
Sejumlah perusahaan besar tersebut biasanya berasumsi mengalihkan produksi di China dapat menekan biaya produksi produk mereka. Namun seiring berjalannya waktu, hal tersebut kian berubah.
Apple, misalnya, mereka kini bakal mengalihkan produksi produknya dari China, dimulai dari iMac.
Kini Google pun menyatakan bahwa produk canggih terbaru mereka, Google Glass disebut akan diproduksi di AS.
Menurut The Financial Times, Google akan memproduksi Google Glass di Silicon Valley, California. Google akan bermitra dengan Foxconn untuk merakit kacamata futuristik tersebut di fasilitas pabriknya di Santa Clara.
Hal ini dipandang bukan hanya dapat meningkatkan reputasi Google secara keseluruhan, tetapi juga bakal mendorong produsen elektronik lain membawa bisnis mereka ke AS dari negara-negara seperti China dan Taiwan.
Namun tidak dipaparkan lebih jelas apakah di fasilitas pabriknya tersebut pekerjanya bakal diambil dari Foxconn yang notabene didominasi pekerja asal China, atau Google bakal mempekerjakan pekerja baru di sana, seperti dilansir Slashgear.
Dalam kurun waktu beberapa minggu mendatang, beberapa ribu unit Google Glass direncanakan akan mulai masuk dalam tahap perakitan.
Mari kita tunggu saja kehadirannya. [ikh]
seperti dilansir juga dari beberapa sumber bahwa Google Glass adalah produk komputer tercanggih saat ini yang hanya akan di produksi di Amerika
tapi ada bebrapa negera yang melarang pemakaian Google Glass di beberapa negera seperti Bolivia , dan beberapa negara lain nya
saat ini Google Glass sedang di matang kan produksi nya dan agar produk tersebut bukan produk Cina atau produk gagal yang hanya akan mempermalukan Google dan mungkin akan menurunkan reputasi Google itu sendiri
Google Kacamata adalah komputer yang dpt dipakai dengan kepala-mount display (HMD) yang sedang dikembangkan oleh Google dalam penelitian Proyek Kaca dan proyek pembangunan, dengan misi memproduksi komputer pasar massal di mana-mana . Google Kacamata menampilkan informasi dalam format smartphone seperti hands-free, yang dapat berinteraksi dengan Internet melalui perintah suara bahasa alami . Sementara frame saat ini tidak memiliki lensa yang dipasang pada mereka, Google sedang mempertimbangkan bermitra dengan sunglass pengecer seperti Ray-Ban atau Warby Parker, dan juga dapat membuka toko ritel untuk memungkinkan pelanggan untuk mencoba perangkat tersebut . Edisi Explorer tidak dapat digunakan oleh orang-orang yang memakai kacamata resep, namun Google telah mengkonfirmasi Kaca yang pada akhirnya akan. bekerja dengan frame dan lensa yang sesuai resep si pemakai,. kacamata akan modular dan karena itu mungkin attachable untuk kacamata resep normal
Kacamata ini sedang dikembangkan oleh Google X Lab, yang telah bekerja pada teknologi futuristik lainnya seperti mobil driverless. Proyek ini diumumkan pada Google+ dengan kacamata memimpin Proyek Babak Parviz, seorang insinyur listrik yang juga bekerja pada penempatan menampilkan ke lensa kontak, Steve Lee, manajer proyek dan "spesialis geolocation", dan Sebastian Thrun, yang mengembangkan Udacity serta bekerja pada proyek mobil sendiri .Google telah mematenkan desain kaca Project.. Thad Starner, seorang ahli AR, adalah manajer teknis / memimpin proyek
jadi apa yang akan kita lakukan agar Google glass seperti ini dapat juga dikembangkan di Indonesia
apakah kita para mahasiswa dan mahasiswi di Indonesia ini tepatnya di Panca budi ini tidak ingin mengembakankan teknologi canggih ini di negara kita sendiri
sebenar nya ada seorang pelajar Indonesia yang sudah menemukan smart TV berbasis HD atau High Dimension tetapi krna Indonesia tidak pernah sama sekali mendukung nya dan menganggap nya hanya membual saja maka dia menimba ilmu lagi di Singapura untuk terus membuktikan pada kita Rakyat indonesia bahwa Negara kita sudah dapat menciptakan teknologi canggih seperti negara negara lainnya
ya , apa yang harus kita lakukan agar Google glass atau teknologi yang serupa canggih nya dapat dikembangkan di Indonesia
pertama , mari kita dukung karya karya anak bangsa kita sendiri
contoh nya seperti Mobil produksi anak SMK negeri sendiri
walau pun produk mereka terbilang masih minim biaya dan produksi masih terbatas ttetapi alangkah baiknya kalau kita sebagai penerus bangsa ini mendukung sepenuh nya untuk penemuan penemuan teknologi canggih itu
bukan sedikit perkembangan teknologi di Indonesia ini yang sudah di akui di Dunia , seperti kompetisi Roket , kompetisi robot dan banyak lagi lain nya
bukan hanya kita penerus bangsa , para aparat pemerintahan apalagi yang bergerak di bidang Pendidikan sudah selayak nya mendukung sepenuh nya terhadap penemuan teknologi teknolgoi bangsa kita
kedua , kita harus menghargai dan mencintai karya dan produk bangsa kita sendiri
jangan hanya menginnginkan produk luar yang serba mewah dan serba wah
padahal anak bangsa kita sendiri pun mungkin dapat memproduksi teknologi tersebut tetapi mungkin ada beberapa hal yang menghambat seperti minim nya dukungan dan biaya operasional
jadi mari kita tingkatkan produkitivitas dalam negeri kita sendiri , cintai produk negeri krna Indonesia adalah negara yang telah memiliki sejuta penemuan dan teknologi canggih yang tak kalah dengan teknologi dari negera negara luar
Jika kita mampu menembus pasar teknologi Dunia maka Indonesia akan lebih dikenal lagi di mata dunia dalam hal penemuan teknologi
jika kita bangsa Indonesia sendiri mampu menghargai dan mencinta produk dalam negeri kita sendiri
maka semakin majulah produktivitas teknologi dalam negeri
bukan kita tidak mampu menciptakan teknolgi seperti Google Glass tersebut , tetapi mungkin ada beberapa faktor lagi yang harus diperbaiki dan ada beberapa faktor dukungan penuh
Sejumlah perusahaan besar memproduksi produk di China, termasuk Apple. Namun Google mengumumkan Google Glass tidak akan diproduksi di Negeri Tirai Bambu tersebut.Mengapa?
Permasalahan
Tahun lalu Google memperkenalkan kacamata canggih nan futuristik. Kacamata yang saat ini masih disebut sebagai Project Glass tersebut membawa kemampuan komputasi yang cukup menakjubkan. Dikontrol dengan suara, kacamata pintar Google bisa digunakan untuk melakukan pencarian online, email dan navigasi arah. Bahkan bisa pula dipakai untuk video chat.Kacamata berbasis teknologi augmented reality ini bisa menampilkan berbagai informasi seperti menunjukkan di mana lokasi pengguna dan keadaan cuaca. Pengguna juga bisa mengetahui lokasi pengguna lain dengan sistem Google Latitude.
Meski belum dapat dipastikan, kacamata pintar yang kerap disebut Google Glass tersebut tampaknya memakai sistem operasi berbasis Android akibat penggunaan ikon dan penampilan menu yang tampak familiar dengan OS robot hijau tersebut.
Dibanderol seharga USD 1.500 atau sekitar Rp 14 juta, kacamata ini terutama diperuntukkan bagi para programmer komputer.
Sejumlah perusahaan besar tersebut biasanya berasumsi mengalihkan produksi di China dapat menekan biaya produksi produk mereka. Namun seiring berjalannya waktu, hal tersebut kian berubah.
Apple, misalnya, mereka kini bakal mengalihkan produksi produknya dari China, dimulai dari iMac.
Kini Google pun menyatakan bahwa produk canggih terbaru mereka, Google Glass disebut akan diproduksi di AS.
Menurut The Financial Times, Google akan memproduksi Google Glass di Silicon Valley, California. Google akan bermitra dengan Foxconn untuk merakit kacamata futuristik tersebut di fasilitas pabriknya di Santa Clara.
Hal ini dipandang bukan hanya dapat meningkatkan reputasi Google secara keseluruhan, tetapi juga bakal mendorong produsen elektronik lain membawa bisnis mereka ke AS dari negara-negara seperti China dan Taiwan.
Namun tidak dipaparkan lebih jelas apakah di fasilitas pabriknya tersebut pekerjanya bakal diambil dari Foxconn yang notabene didominasi pekerja asal China, atau Google bakal mempekerjakan pekerja baru di sana, seperti dilansir Slashgear.
Dalam kurun waktu beberapa minggu mendatang, beberapa ribu unit Google Glass direncanakan akan mulai masuk dalam tahap perakitan.
Mari kita tunggu saja kehadirannya. [ikh]
seperti dilansir juga dari beberapa sumber bahwa Google Glass adalah produk komputer tercanggih saat ini yang hanya akan di produksi di Amerika
tapi ada bebrapa negera yang melarang pemakaian Google Glass di beberapa negera seperti Bolivia , dan beberapa negara lain nya
saat ini Google Glass sedang di matang kan produksi nya dan agar produk tersebut bukan produk Cina atau produk gagal yang hanya akan mempermalukan Google dan mungkin akan menurunkan reputasi Google itu sendiri
Metode yang digunakan
Google Kacamata adalah komputer yang dpt dipakai dengan kepala-mount display (HMD) yang sedang dikembangkan oleh Google dalam penelitian Proyek Kaca dan proyek pembangunan, dengan misi memproduksi komputer pasar massal di mana-mana . Google Kacamata menampilkan informasi dalam format smartphone seperti hands-free, yang dapat berinteraksi dengan Internet melalui perintah suara bahasa alami . Sementara frame saat ini tidak memiliki lensa yang dipasang pada mereka, Google sedang mempertimbangkan bermitra dengan sunglass pengecer seperti Ray-Ban atau Warby Parker, dan juga dapat membuka toko ritel untuk memungkinkan pelanggan untuk mencoba perangkat tersebut . Edisi Explorer tidak dapat digunakan oleh orang-orang yang memakai kacamata resep, namun Google telah mengkonfirmasi Kaca yang pada akhirnya akan. bekerja dengan frame dan lensa yang sesuai resep si pemakai,. kacamata akan modular dan karena itu mungkin attachable untuk kacamata resep normal
Kacamata ini sedang dikembangkan oleh Google X Lab, yang telah bekerja pada teknologi futuristik lainnya seperti mobil driverless. Proyek ini diumumkan pada Google+ dengan kacamata memimpin Proyek Babak Parviz, seorang insinyur listrik yang juga bekerja pada penempatan menampilkan ke lensa kontak, Steve Lee, manajer proyek dan "spesialis geolocation", dan Sebastian Thrun, yang mengembangkan Udacity serta bekerja pada proyek mobil sendiri .Google telah mematenkan desain kaca Project.. Thad Starner, seorang ahli AR, adalah manajer teknis / memimpin proyek
jadi apa yang akan kita lakukan agar Google glass seperti ini dapat juga dikembangkan di Indonesia
apakah kita para mahasiswa dan mahasiswi di Indonesia ini tepatnya di Panca budi ini tidak ingin mengembakankan teknologi canggih ini di negara kita sendiri
sebenar nya ada seorang pelajar Indonesia yang sudah menemukan smart TV berbasis HD atau High Dimension tetapi krna Indonesia tidak pernah sama sekali mendukung nya dan menganggap nya hanya membual saja maka dia menimba ilmu lagi di Singapura untuk terus membuktikan pada kita Rakyat indonesia bahwa Negara kita sudah dapat menciptakan teknologi canggih seperti negara negara lainnya
ya , apa yang harus kita lakukan agar Google glass atau teknologi yang serupa canggih nya dapat dikembangkan di Indonesia
pertama , mari kita dukung karya karya anak bangsa kita sendiri
contoh nya seperti Mobil produksi anak SMK negeri sendiri
walau pun produk mereka terbilang masih minim biaya dan produksi masih terbatas ttetapi alangkah baiknya kalau kita sebagai penerus bangsa ini mendukung sepenuh nya untuk penemuan penemuan teknologi canggih itu
bukan sedikit perkembangan teknologi di Indonesia ini yang sudah di akui di Dunia , seperti kompetisi Roket , kompetisi robot dan banyak lagi lain nya
bukan hanya kita penerus bangsa , para aparat pemerintahan apalagi yang bergerak di bidang Pendidikan sudah selayak nya mendukung sepenuh nya terhadap penemuan teknologi teknolgoi bangsa kita
kedua , kita harus menghargai dan mencintai karya dan produk bangsa kita sendiri
jangan hanya menginnginkan produk luar yang serba mewah dan serba wah
padahal anak bangsa kita sendiri pun mungkin dapat memproduksi teknologi tersebut tetapi mungkin ada beberapa hal yang menghambat seperti minim nya dukungan dan biaya operasional
jadi mari kita tingkatkan produkitivitas dalam negeri kita sendiri , cintai produk negeri krna Indonesia adalah negara yang telah memiliki sejuta penemuan dan teknologi canggih yang tak kalah dengan teknologi dari negera negara luar
Hasil yang diharapkan
Jika kita mampu menembus pasar teknologi Dunia maka Indonesia akan lebih dikenal lagi di mata dunia dalam hal penemuan teknologi
jika kita bangsa Indonesia sendiri mampu menghargai dan mencinta produk dalam negeri kita sendiri
maka semakin majulah produktivitas teknologi dalam negeri
bukan kita tidak mampu menciptakan teknolgi seperti Google Glass tersebut , tetapi mungkin ada beberapa faktor lagi yang harus diperbaiki dan ada beberapa faktor dukungan penuh
Komentar
Posting Komentar